Siang itu di kelas XI sebuah SMA Negri, pelajaran di kelas itu baru saja dimulai. Rierie dan Vhe yang duduk paling belakang udah sama- sama nggak konsen sama pelajaran. Rierie menaruh kepala nya diatas meja beralaskan tasnya. Sedangkan, Vhe sibyuk menghilangkan gerahnya dengan berkipas- kipas sambil mendengarkan Pak Sigit mengajar materi “KAPITALISME”. Seisi kelas, sibuk dengan aktivitas mereka masing- masing, mendengarkan sambil terkantuk- kantuk, tidur, melamun, mencorat- coret buku, de es be.. Beberapa anak pun ada yang terlihat tidak berada ditempatnya, yakni, Eddy, Athan, Annis, dan Dien, yang sedang mengikuti Remed Matematika. Sedangkan, Sandy baru saja kembali dari remednya itu. Seisi kelas diam membisu. Mereka yang merasa terkantuk- kantuk berusaha membuka mata selebar- lebarnya agar tak tertidur. Mungkin, karena mereka kekenyangan, kecape’an bercanda atau… BOSAN?! Karena pelajaran ini dijadwalkan setelah istirahat ke-2.
Sementara itu Vhe memutuskan untuk bertanya kepada Rierie,
“ Rie?! Jam berapa ??”,
“ 13.30”, Rierie menjawab dengan malas dan singkat karena saking mengantuknya, Vhe yang mendengarkan hanya manggut- manggut mengerti. 10 menit telah berlalu, saat Eddy dan Athan kembali kekelas. Sedangkan, Pak Sigit yang wali kelas kami, menyuruh agar anak- anak yang Remed, segera meminta guru yang bersangkutan untuk me-remed. Anak- anak pun hanya manggut- manggut saja.
Rierie yang dari tadi mengantuk karena kebosanan, melirik Vhe, teman sebangkunya, yang sedang asyik mencorat- coret kertas yang mnjadi korban kebosanannya dengan not- not angka tercintanya. Vhe yang menyadari Rierie memperhatikannya dengan ekspresi yang aneh, hanya nyengir kuda.
Lalu, Rierie melihat eRdy yang tadi cukup bersemangat memperhatikan cerita Pak Sigit, yang tidak berhubungan dengan materi, akhirnya terserang virus bosan juga, dan Ia menaruh kepala- nya diatas meja. 10 detik kemudian ia sudah bangkit. Namun, ia tidak bisa melawan virus bosan dan virus kantuk itu, ia pun pasrah dan kembali menaruh kepala- nya diatas meja.
Rierie, melihat teman sebangkunya yang sedang aneh lagi, Vhe sedang berbahasa isyarat bersama dengan Tinno. Dan, Pak Sigit dengan sekejap membukakan mata seisi kelas dengan pertanyaannya. Seisi kelas berusaha menjawabnya dengan antusias, walaupun terkadang jawaban mereka ngasal dan… SALAH.. Namun, dengan jawaban- jawaban yang aneh itu, seisi kelas dapat tertawa geli untuk sedikit mengusir bosan.
Lalu, Vhe yang dari tadi ribet sendiri bertanya pada Rierie,
“Rie, I Hate You itu artinya Aku Benci Kamu, ya??”,
Rierie hanya mengangguk lemah tanda setuju… dan…
Teng… Teng… 1 jam pelajaran telah terlewati.
Tiba- tiba Tama berdiri, seisi kelas pun memperhatikannya, ia meminta izin ke toilet bersama Pram, namun, ternyata Pram hanya membohonginya, dan jadilah Tama ditertawakan seisi kelas, dan dengan kesal ia pergi ke toilet sendiri., saat Pak Sigit sedang membicarakan tentang pernikahan. Dengan suara yang sangat pelan Ve tiba- tiba berkata, “Pak, saya mau nikah sama anak bapak aja”, Rierie yang mendengar hanya tertawa geli. Anak Pak Sigit, Airis, memang lumayan tampan, tidak sedikit cewe’ di sekolah ini yang menyukainya, sayangnya dia playboy. Rierie juga kenal baik dengannya, namun dia tidak mudah jatuh cinta, apalagi dengan cowo’ playboy.
Sepertinya, Mey anak blok selatan, tidak terserang virus ngantuk dan bosan, karena daritadi dia sibuk mendongeng untuk Ocha, Tiwi, dan Via. Untungnya Pak Sigit bukan guru yang killer, jadi mereka tidak akan terkena semprot. Ehm.. sepertinya Sakura benar- benar tertidur!! Saat Rierie masih sibuk menulisi bukunya, Vhe menyuruh Rie untuk memanggilkan Joe dan memintanya untuk memanggilkan Cici. Rierie merasa sangat malas dan ia pun menolak permintaan sahabatnya itu. Annis dan Dien kembali kekelas, Joe yang duduk dibangku Annis merasa terusir dengan kedatangan si pemilik bangku, namun Joe tidak mau pindah dari bangku itu. Jadi, Annis pun pasrah dengan duduk dibangku Dien, dan Dien duduk dibangku Joe, disamping Erdy.
Disaat anak- anak masih mengantuk, Pak Sigit menyuruh anak- anak untuk membaca buku pelajaran sejarah. Vhe yang telah berhasil memanggil Cici menanyakan tentang teks drama kelompoknya. Rierie yang celingukan memergoki Aziz sedang memperhatikannya sambil senyum- senyum, namun Rierie hanya cuex… kasihan… Setelah memberikan tugas membaca buku Pak Sigit keluar meninggalkan kelas, dan tiba- tiba seisi kelas sembuh dari virus- virus kantuk dan bosan. Rierie yang daritadi merasa kebosanan, bisa sedikit tertawa karena ulah Sandy dan Eddy yang usil dan suka mengganggu.
Ehmm.. sepertinya anak- anak sudah beraktivitas bebas, karena Pak Sigit tidak lagi kembali kekelas. Saat itu juga Vhe, Cici, Wiwi, Anka dan Athan sibuk mendiskusikan teks drama kelompoknya di meja Rierie, padahal Rierie bukan kelompok mereka, namun Rierie juga ikut membantu, walau ia masih sibuk dengan buku yang ia tulisi sedari tadi. Lalu, Rierie memberikan hasil tulisannya kepada Joe.
“Bisa juga kamu nulis kaya’ gini.. ha.. ha..”, ujar Joe setelah membaca tulisan Rierie.
“Awas ya.. ntar ga ku pinjemin lagi lho..”, Rierie menjawab dengan cemberut.
“Iya.. iya.. aku becanda kuk.. Cuma aneh aja, mu kok bisa ngelihatin gerak- gerik temen- temen.. ha.. ha.. Tapi bagus kuk.. aku mau kekatin nich.. ikut ga’??”
“Ga.. males.. salam aja buat ibu kantin.. he.. he..”, jawab Rierie.
“Ya udah.. da.. dah.. Rierie maniez.. he.. he..”, Kata Joe sok manis.
Saat seisi kelas gaduh, Bu Rina yang termasuk guru killer masuk ke kelas dan memperingatkan anak- anak agar tidak membuat gaduh. Saat itu juga teman- teman Rierie sedang tidur nyaman dibangku masing- masing, yakni Erdy, Gaara, Ten- Ten, Wahyu, Tinno, Sakura dan Enda’. Mereka tidur serasa di sofa yang empuk.. he.. he.. bias ya???!!
Rierie juga memperhatikan Eddy yang sedang asyik ngobrol dengan Sandy, saat menyadari dirinya sedang diperhatikan, Eddy menjadi salah tingkah, Rierie pun hanya tersenyum geli. Kakashi dan Sasuke juga sedang memainkan gitar dengan kompak, namun kira- kira Naruto kemana ya???.. he.. he..
Sepertinya, Sandy sudah lelah mengganggu teman- temannya, di terlihat sedang melamun. Namun, Eddy masih berjuang membuat kesal teman- temannya. Eddy dan Sandy memang kembar_sial yang rese’ banget.. Sementara itu, Pak Sigit belum kembali kekelas lagi.. (hore!!)..
Tiba- tiba Joe dan Sandy mendekati Rierie untuk menunjukkan foto- foto terunik dan tergokil mereka (kapan joe masuk kelas ya??). Rierie yang melihat gaya narsis mereka menahan tawanya karena foto- foto mereka memang sangat aneh. Mereka meminta untuk mengirimkannya ke lomba foto unik, namun Rierie tidak bisa membantu karena persyaratan anggota dalam foto masih kurang.
Ternyata Wahyu dan Ten- Ten sudah bangun dari mimpi indah mereka, dengan muka yang kucel. Tiba- tiba, Rofie memanggil Rierie. Ia memperlihatkan gaya Tina yang sedang memakai besek plastic dikepalanya sebagai topi..gubrak!!! Rie pun tertawa melihat mereka yang normal lagi..he..he.. Rofie juga bertanya sebuah lagu jawa,yang akan dinyanyikan kelompoknya untuk tugas seni muik minggu depan. Saat Vhe dan Rierie saling berpendapat tentang hal itu mereka berdebat, mungkin karena rasa kesal Vhe memukul pipi Rie dan Rie pun mmbalasnya, namun akhirnya Vhe memukul lagi,,kejadian itu memang sempat sangat memalukan karena banyak anak yang melihat, akhirnya Rie mengalah untuk pergi saja..kasian sie..napa malah jadi berantem??..pasti cepet baikan tuch…
Ternyata anak- anak dikelas heboh banget!!! Anak- anak ngerjain Tinno yang kalah dari permainan “hom_pim_pah”..sementara Rie duduk sendiri dilantai depan pintu kelas dengan bersandarkan tiang..(kok jadi kaya’ orang ilang ya??).. ungkin teman- teman sudah menganggapnya gila..he..he.. Eddy dan Sandy yang berjalan dari arah kantin, merencanakan sebuah niat untuk mengganggu Rie, namun melihat muka Rie yang buthe’ abies, mereka mengurungkan niatnya. Sedangkan, kegiatan dikelas masih sama..kalau kalah, korban akan diberikan hukuman yang aneh dan memalukan abis!! Permainan ini buabr karena Bu Akna masuk kekelas dan memulai pelajaran..(huuh?!..saking ributnya bell ampe’ ga kedengeran!!..)
Pelajaran Akuntasi dimulai.. anak- anak belum diberi materi oleh Bu Akna, sehingga mereka memberi ateri sendiri untuk teman sebangkunya..he..he.. Ternyata, Bu Akna sedang sibuk menjumlah seluruh nilai yang ada dibuku Akun masing- masing anak. Banyak anak- anak cowok yang pedekate di meja guru,seperti Athan, Sandy, Tama, Eddy, Pram dan Tinno..(pasti minta nilai tambah?!!..)
Materi pelajaran pun dimulai… Semua duduk tidak ditempat masing- masing; Rie ma Kakashi, kaya’nya Rie ga mau tambah singut-singutan ma Vhe, sedangkan cici nemenin duduk Vhe dibangku Rie?!! Wiwi ma Gaara, Tinno duduk m Erdy, Eddy ma Sasuke,Livia izin pulang..(bangku kosong dee..serem..), upz.. ternyata didudukin Athan, Joe ma Anka, dan Sandy duduk SENDIRI di bangku paling DEPAN?!!..(iih..antusias banget sie?!!...). Waktu Ocha ma Tiwi minta izin ke toilet..(toiree ittemo idesuka??..), Bu Akna ngga ngizinin..ooouuuchh… coz, Tiwi ketahuan nggak ngerti ma materi yang baru dijelasin.. Emang susah kuk tu materi. Sedangkan, Kakashi yang sebangku ma Rie sedang sibuk nyalin naskah drama kelompoknya..(ehmm…tulisannya rapi bangeeett.. padahal cowok,lho?!..)
Tiba- tiba bu Akna memberikan soal pertanyaan ke Joe, Joe yang sedari tadi hanya diam, dan menjawab dengan deg- degan,dan…… BENAR!!!..(salut dee..). Sandy, Tiwi, dan Erdy malah sibuk melamun saking bosennya..(huuh?!!..). Sedangkan Rie masih sibuk dengan kertas yang dia tulis sedari tadi. Bu Akna juga menjadikan Kakashi sebagai salah satu korbannya, Kakashi yang sibuk sendiri daritadi menjadi kelabakan, Rie yang teman sebangkunya mencoba membantu sebisanya dengan… berdo’a..(he..he..). Eh.. ternyata Mey tidur..(upz?!..sst!!..), dan masalahnya Bu Akna tahu?!!!!!!(..oo..ooww..). dan sekarang Bu Akna memberikan kuliah sore kepada anak- anak (yang dongkol, pasti tambah ngantuk..he..he..)..Jangan nagis donk, Bu.. Kita,kan belum boleh pulang buat beli balon.. (murid kurang ajar..). Ehm,, jam 15.45 waktu IPS..(he..he..)..bentar lagi pulang, tapi, mungkin bagi Mey ini adalah detik- detik yang menakutkan..(Idii.. kaya’ disinetron aja..).
Ouch!!!.. tanpa sepengetahuan penulis ada yang tuker tempat nich.. Athan kembali kealamnya, tapi duduk dengan Sakura. Ten- ten duduk ma Sasuke, Eddy udah nggak pisah ranjang lagi ma Sandy..(ceiileeh..). Waah??!!.. anak- anak kelas lain udah pada lari keluar buat pulang.. tambah nggak konsen nich buat dengerin pelajaran..(lho, bukannya daritadi nggak dengerin pelajaran??.. he.. he..). Tinno yang udah nggak sabaran, nanya jam ke Rie.
“ Rie, jam brapa??”
“ Jamilah jalan- jalan tuch..”
“ Serius..”, paksa Tinno.
“ Jam… 15.50 waktu IPS.. he..he..”,kekeh Rie.
Anak- anak disuruh bersiap..
“ Semua duduk siap..”, pimpin Eddy.
“ Berdo’a mulai!!..”
Seisi kelas pun hening..
“ Selesai..”
Mereka pun keluar kelas dengan semangat.. (waah.. udah pada kelaperan kali ya??.. he.. he..)..
Teng.. Teng.. 4 jam terakhir pun usai.
Oii.. tebak dech.. ngasal atau kenyataan??..he..he..
~~The End~~
by Alyne Rizky
Senin, 19 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
saat Pak Sigit sedang membicarakan tentang pernikahan. Dengan suara yang sangat pelan Ve tiba- tiba berkata, “Pak, saya mau nikah sama anak bapak aja”, Rierie yang mendengar hanya tertawa geli. Anak Pak Sigit, Airis, memang lumayan tampan, tidak sedikit cewe’ di sekolah ini yang menyukainya, sayangnya dia playboy. Rierie juga kenal baik dengannya, namun dia tidak mudah jatuh cinta, apalagi dengan cowo’ playboy.
kykna gw mksd de dgn kalimat itu..
Posting Komentar